Jakarta — Indonesia memiliki sejumlah pengusaha yang membangun kekayaan melalui berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan, perbankan, dan industri manufaktur hingga makanan serta infrastruktur digital.
Kekayaan para konglomerat tersebut berkaitan dengan kepemilikan saham, perusahaan yang mereka dirikan, dan investasi yang berkembang selama bertahun-tahun. Berdasarkan laporan Forbes Real-Time Billionaires yang dikutip media pada September 2026, Low Tuck Kwong, Prajogo Pangestu, dan R. Budi Hartono berada di jajaran teratas orang terkaya Indonesia.
Berikut profil 10 pengusaha Indonesia dan sumber utama kekayaan mereka.
1. Low Tuck Kwong — Bisnis Batu Bara dan Energi
Low Tuck Kwong dikenal sebagai pendiri Bayan Resources, perusahaan pertambangan batu bara yang menjadi sumber utama kekayaannya. Ia juga memiliki kepentingan bisnis di sektor energi melalui investasi lainnya.
Kinerja perusahaan, harga batu bara, dan kondisi pasar energi menjadi faktor yang dapat memengaruhi nilai kekayaannya. Pada 28 September 2026, laporan Katadata yang merujuk Forbes mencatat Low berada di posisi pertama orang terkaya Indonesia dengan estimasi kekayaan US$16,7 miliar.
2. Prajogo Pangestu — Petrokimia, Energi, dan Pertambangan
Prajogo Pangestu merupakan pendiri Barito Pacific Group. Bisnisnya berkembang ke sejumlah bidang, termasuk petrokimia, energi, pertambangan, dan energi terbarukan.
Sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan kelompok bisnisnya antara lain Barito Pacific, Chandra Asri Pacific, Petrindo Jaya Kreasi, dan Barito Renewables Energy.
Besarnya portofolio usaha tersebut menjadikan pergerakan saham perusahaan-perusahaan terkait sebagai salah satu faktor penting dalam perubahan kekayaannya. Pada 28 September 2026, Forbes mencatat estimasi kekayaannya mencapai US$15,8 miliar.
3. R. Budi Hartono — Perbankan dan Industri Rokok
R. Budi Hartono merupakan salah satu tokoh utama keluarga Hartono yang memiliki bisnis Djarum. Selain industri rokok, sumber kekayaan keluarga ini juga berkaitan dengan kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA).
Bisnis perbankan memberikan kontribusi penting terhadap nilai aset keluarga Hartono. Perubahan harga saham BCA dan perkembangan bisnis Djarum turut memengaruhi estimasi kekayaan mereka.
Menurut laporan Katadata yang mengutip Forbes pada 28 September 2026, kekayaan R. Budi Hartono diperkirakan mencapai US$15,4 miliar.
4. Anthoni Salim — Makanan, Ritel, dan Investasi
Anthoni Salim memimpin Salim Group, kelompok usaha yang memiliki portofolio di berbagai sektor. Bisnisnya mencakup makanan, produk konsumen, distribusi, dan ritel.
Indofood menjadi salah satu perusahaan penting dalam kelompok usaha tersebut. Selain itu, jaringan minimarket Indomaret juga dikenal luas sebagai bagian dari bisnis ritel yang berkembang di Indonesia.
Diversifikasi usaha membuat Salim Group memiliki keterlibatan di berbagai bidang ekonomi, baik melalui perusahaan publik maupun kegiatan bisnis lainnya.
5. Tahir dan Keluarga — Perbankan, Kesehatan, dan Properti
Tahir merupakan pendiri Mayapada Group, konglomerasi yang menjalankan bisnis di bidang perbankan, properti, dan layanan kesehatan.
Kelompok usaha tersebut memiliki kepentingan di sejumlah perusahaan, termasuk Bank Mayapada, serta bisnis rumah sakit dan properti.
Kekayaan Tahir dan keluarganya berkaitan dengan kepemilikan aset dan investasi pada berbagai sektor tersebut. Kinerja perusahaan serta kondisi pasar menjadi faktor yang dapat memengaruhi nilai kekayaannya.
6. Sri Prakash Lohia — Petrokimia dan Manufaktur
Sri Prakash Lohia merupakan pendiri Indorama Corporation, perusahaan internasional yang bergerak dalam industri petrokimia dan manufaktur.
Bisnisnya mencakup produksi pupuk, bahan baku tekstil, serat sintetis, dan berbagai produk industri. Perusahaan-perusahaan dalam kelompok Indorama memasok kebutuhan industri di berbagai pasar.
Kekayaan Lohia terutama berkaitan dengan kepemilikan dan perkembangan bisnis manufaktur tersebut. Industri petrokimia dan bahan baku tekstil menjadi sektor penting dalam portofolio usahanya.
7. Otto Toto Sugiri — Teknologi dan Pusat Data
Otto Toto Sugiri dikenal sebagai pendiri DCI Indonesia, perusahaan yang menyediakan layanan pusat data atau data center.
Pusat data berperan penting dalam mendukung penyimpanan informasi, komputasi awan, layanan internet, serta kebutuhan infrastruktur digital perusahaan.
Meningkatnya kebutuhan pengolahan data membuat sektor ini menjadi salah satu bidang usaha yang mendapat perhatian besar. Kepemilikan Otto di perusahaan teknologi menjadi bagian penting dari sumber kekayaannya.
8. Marina Budiman — Infrastruktur Digital
Marina Budiman merupakan salah satu pendiri DCI Indonesia bersama Otto Toto Sugiri dan Toto Sugiri. Ia dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan bisnis pusat data di Indonesia.
Industri pusat data menjadi bagian dari infrastruktur yang menopang pertumbuhan ekonomi digital, termasuk kebutuhan komputasi awan dan penyimpanan informasi dalam skala besar.
Perkembangan perusahaan dan nilai kepemilikan sahamnya berperan dalam menentukan estimasi kekayaan Marina.
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — Perkebunan dan Pertambangan
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono membangun kekayaan melalui bisnis agribisnis dan pertambangan. Kegiatan usaha yang berkaitan dengannya mencakup perkebunan kelapa sawit serta industri mineral.
Sektor kelapa sawit memiliki hubungan erat dengan pasar minyak nabati dan produk turunannya. Sementara itu, pertambangan mineral dipengaruhi oleh permintaan industri dan pergerakan harga komoditas.
Kombinasi kedua sektor tersebut menjadi bagian penting dari portofolio bisnisnya.
10. Theodore Rachmat — Investasi dan Beragam Industri
Theodore Rachmat merupakan pendiri Triputra Group, kelompok usaha dengan kegiatan bisnis di bidang agribisnis, manufaktur, pertambangan, dan energi.
Ia memiliki pengalaman panjang dalam dunia usaha dan pengembangan perusahaan. Melalui diversifikasi bisnis, Triputra Group mengembangkan portofolio di beberapa sektor yang memiliki peran dalam perekonomian Indonesia.
Sumber kekayaan Theodore berkaitan dengan kepemilikan dan investasinya pada berbagai perusahaan dalam kelompok usaha tersebut.

Leave a comment